Perjumpaan Yang Mengubahkan

  • 2026-02-28 08:37:15

Bacaan : Yohanes 9

Tidak sedikit orang yang mengaitkan penyakit dengan dosa. Seperti murid-murid Yesus yang menanyakan keberdosaan di balik kebutaan sejak lahir orang yang mereka temui (2).

Yesus menjawab sekaligus meluruskan pemahaman mereka. Ia menegaskan bahwa bukan karena dosa orang itu maupun orang tuanya ia mengalami kebutaan, tetapi ada pekerjaan Allah yang harus dinyatakan. Kemudian, Yesus menyembuhkan mata orang buta itu disaksikan oleh para murid.

Berita kesembuhan orang buta itu tersebar dan sampai kepada orang Farisi. Bukannya takjub, mereka justru menganggap mukjizat itu tidak berasal dari Allah karena dilakukan di hari Sabat. Mereka sangat ingin membuktikan Yesus berdosa. Hal ini dapat kita lihat dari cara mereka berkata dan menanyakan tentang Yesus kepada orang buta yang telah sembuh itu (24). Pada akhirnya, mereka tidak mendapatkan jawaban yang mereka inginkan.

Perjumpaan Yesus dengan orang buta itu membawa orang itu disembuhkan dari kebutaan dan dimerdekakan dari dosa. Di sisi lain, perjumpaan Yesus dengan orang Farisi justru membutakan mereka dari kebenaran dan keselamatan.

Perjumpaan Yesus dengan orang buta itu mengingatkan kita akan perjumpaan dengan Dia secara pribadi. Ada pengalaman indah di mana kita dimampukan melihat kebenaran. Kita dapat mengenal dan percaya kepada Dia, Sang Juru Selamat, Tuhan kita. Inilah mukjizat terbesar dalam hidup kita. Allah memerdekakan kita dari dosa dan membawa kita kepada keselamatan kekal.

Sebaliknya, perjumpaan Yesus dengan orang Farisi mengingatkan kita bahwa penghakiman adalah bagian Allah. Bukanlah bagian kita menyatakan dosa seseorang apalagi menghakiminya. Bagian kita adalah menyatakan pekerjaan Allah.

Satu hal yang kita percaya, yakni perjumpaan kita dengan Yesus bukanlah sebuah kebetulan. Ada rencana Allah dalam kehidupan kita. Ada pekerjaan Allah yang ingin dinyatakan melalui hidup kita. Perjumpaan kita dengan Yesus merupakan kesaksian yang mendatangkan keselamatan bagi sesama kita!




OTHER RENUNGAN


Pembela Kebenaran

Bacaan : Yohanes 7:45-52 Menjadi pembela kebenaran tentu bukan perkara mudah, apalagi jika kita sudah tahu bahwa itu berisiko. Kar ...

Kematian Yang Berharga Di Mata Allah

Bacaan : Ulangan 34 Setiap manusia harus mati sebagai konsekuensi dosa. Namun, kematian Musa yang akan kita lihat dalam nas ini me ...

Percaya Kepada Kristus

Bacaan : Yohanes 8:21-29 Pernahkah kita bertemu dengan orang yang tidak percaya Allah? Orang yang pikiran dan logikanya tidak mamp ...

Pilihlah Pada Hari Ini

Bacaan : Yosua 24:1-28 Hidup ini penuh dengan pilihan, ada pilihan mengenai tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, pasangan hidup, ...

Hukuman Yang Menjadi Berkat

Bacaan : Ulangan 33 Hukuman Allah bukanlah akhir bagi orang percaya. Ketika kita setia, hukuman dapat berubah menjadi berkat. ...