Kematian Yang Berharga Di Mata Allah

  • 2026-03-25 15:22:33

Bacaan : Ulangan 34

Setiap manusia harus mati sebagai konsekuensi dosa. Namun, kematian Musa yang akan kita lihat dalam nas ini merupakan sesuatu yang unik.

Musa naik ke atas Gunung Nebo, ke puncak Pisga, di seberang Yerikho. Lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya banyak daerah Kanaan (1-3). TUHAN menyatakan bahwa itulah negeri yang TUHAN telah bersumpah akan diberikan kepada Abraham dan keturunannya, yang bisa Musa lihat, tetapi tidak akan dia masuki (4). Lalu Musa meninggal di sana (5). Kita baca di ayat 6 "Dia menguburkannya di suatu lembah di tanah Moab, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini". Musa berumur 120 tahun ketika meninggal, dengan mata belum rabun dan kekuatan belum hilang (7). Selama 30 hari orang Israel menangisi Musa di dataran Moab (8).

Perkataan narator, "Dia menguburkannya" (6), biasanya dimengerti sebagai Allah sendiri yang menguburkan Musa. Musa memang naik ke gunung sendirian dan tidak ada orang yang tahu kuburnya. Mengapa tidak ada orang yang menemani Musa untuk menguburkannya? Sepertinya karena Allah tahu bahwa kuburan Musa bisa menjadi jerat bagi umat. Di dalam Surat Yudas dicantumkan bahwa Mikhael berselisih dengan Iblis mengenai mayat Musa (lih. Yud. 1:9), yang berarti Iblis juga tahu bahwa umat akan mudah dihasut untuk memberhalakan mayat atau kuburan Musa.

Kita melihat bahwa kematian Musa unik dalam beberapa hal ini: Musa masih sehat ketika meninggal, jadi meninggal bukan karena sakit, melainkan karena tugasnya sudah selesai. Musa adalah satu-satunya orang yang dikuburkan oleh Allah sendiri. Hal ini menunjukkan betapa kematian Musa berharga di mata Allah. Umat juga berkabung selama 30 hari untuk Musa, sama seperti Harun (bdk. Bil. 20:29). Hal itu menunjukkan kematian pemimpin yang sangat dikasihi dan dihargai bangsanya dan juga oleh Allah.

Musa sangat spesial dan kita tidak dapat disamakan dengan Musa, tetapi dari sini kita dapat melihat betapa kematian orang percaya berharga di mata Allah. Dia menghargai setiap jiwa yang kembali kepada-Nya.




OTHER RENUNGAN


Pembela Kebenaran

Bacaan : Yohanes 7:45-52 Menjadi pembela kebenaran tentu bukan perkara mudah, apalagi jika kita sudah tahu bahwa itu berisiko. Kar ...

Percaya Kepada Kristus

Bacaan : Yohanes 8:21-29 Pernahkah kita bertemu dengan orang yang tidak percaya Allah? Orang yang pikiran dan logikanya tidak mamp ...

Pilihlah Pada Hari Ini

Bacaan : Yosua 24:1-28 Hidup ini penuh dengan pilihan, ada pilihan mengenai tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, pasangan hidup, ...

Hukuman Yang Menjadi Berkat

Bacaan : Ulangan 33 Hukuman Allah bukanlah akhir bagi orang percaya. Ketika kita setia, hukuman dapat berubah menjadi berkat. ...