Allah Yang Menghukum Kefasikan

  • 2026-07-30 08:42:35

Bacaan : Hakim-Hakim 20

Karena kejahatan yang terjadi di Gibea, orang Lewi itu dengan sengaja menimbulkan kegemparan di seluruh Israel dengan mengirimkan potongan mayat gundiknya. Ia bertujuan untuk meminta pertimbangan dan nasihat seluruh umat Allah.

Setelah mendengarkan orang Lewi itu, mereka sepakat untuk memerangi Gibea (8-11). Mereka mendesak suku Benyamin untuk menyerahkan orang Gibea (12-13a). Namun, ternyata suku Benyamin menolak, bahkan berkumpul untuk maju berperang (13b-14).

Sebelas suku Israel bertanya siapa yang lebih dahulu maju berperang, dan TUHAN menjawab Yehuda (18). Namun, mereka kalah dan kehilangan 22.000 tentaranya (21). Orang Israel menangis dan bertanya haruskah mereka berperang lagi, dan TUHAN menjawab, "Majulah" (23). Namun, sekali lagi mereka kalah dan kehilangan 18.000 orang (25). Mereka semua duduk menangis, berpuasa, dan mempersembahkan kurban kepada TUHAN (26). Mereka bertanya haruskah mereka maju sekali lagi dan TUHAN menjawab, "Majulah", dengan jaminan "besok Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tanganmu" (28). Akhirnya, Benyamin dikalahkan dan hanya tersisa 600 orang yang lari ke bukit batu Rimon, dan kota mereka dimusnahkan (48).

Sepertinya ada sesuatu yang tidak lazim dalam peristiwa ini. TUHAN membiarkan sebelas suku dua kali mengalami kekalahan sebelum memberi mereka kemenangan, padahal kesebelas suku tersebut sudah meminta petunjuk TUHAN sebelum berperang. Mengapa demikian? Sepertinya ini yang terjadi: masa itu adalah zaman hakim-hakim, berarti setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri (21:25). Allah mengatakan bahwa penghakiman akan dimulai dari rumah Allah (lih. 1Ptr. 4:17), ini berarti bahwa Allah akan terlebih dahulu menghakimi orang yang lebih benar. Jadi, dalam peristiwa ini, Allah menghukum dulu sebelas suku yang lebih benar dari Benyamin.

Ingat, penghakiman akan dimulai dari umat Allah. Mari kita menjalankan kehidupan dengan lebih taat dan memperlakukan sesama dengan kasih.




OTHER RENUNGAN


Perlindungan Di Balik Penolakan

Bacaan : 1 Samuel 29 Mungkin kita pernah merasakan pahitnya penolakan. Pekerjaan yang kita idamkan, pasangan yang kita harapkan, a ...

Cara Tuhan Melindungi Anak-Nya

Bacaan : 2 Samuel 17:15-29 Bahaya dapat selalu mengejar, tetapi Tuhan selalu punya cara untuk melindungi anak-anak-Nya.Renc ...

Perkataan Yang Tepat

Bacaan : 2 Samuel 20 Pada bagian ini, Alkitab menceritakan tentang tindakan kejam Yoab. Di tengah tindakan membasmi pemberontakan ...

Berakhir Dengan Bersyukur

Bacaan : 2 Samuel 23:1-7 Permulaan yang baik dalam kehidupan tentu penting. Namun, yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita m ...

Kasih Kepada Kristus

Bacaan : Yohanes 21:15-19 Dalam perjalanan bersama Allah, jatuh dan bangun merupakan proses yang niscaya akan kita lalui. Tidak ad ...