Kasih Kepada Kristus

  • 2026-08-06 08:15:51

Bacaan : Yohanes 21:15-19

Dalam perjalanan bersama Allah, jatuh dan bangun merupakan proses yang niscaya akan kita lalui. Tidak ada orang yang sempurna dalam menaati kehendak Allah. Selama kita masih hidup di dunia ini, kita akan acap kali melakukan kesalahan. Demikian halnya Simon Petrus. Ia menyangkali Yesus (lih. Yoh. 18:15-18, 25-27), sang Mesias, Anak Allah yang hidup (lih. Mat. 16:16).

Setelah penyangkalan pahit, Petrus kembali berhadapan dengan Yesus. Dan Yesus datang bukan dengan murka atau penghakiman, melainkan dengan pertanyaan yang menusuk hati: "Apakah engkau mengasihi Aku?" (15-17).

Pertanyaan Yesus bukan untuk mempermalukan Petrus, melainkan sebaliknya, Ia ingin memulihkan Petrus. Pertanyaan itu menyinggung kembali luka lama, tetapi juga menyentuh inti panggilan: kasih kepada Kristus. Dalam pemulihan itu, Yesus memberikan misi baru kepada Petrsus: "Peliharalah/ gembalakanlah domba-domba-Ku." (15-17)

Menariknya, Yesus tidak menanyakan, "Apakah kamu layak?", "Bisakah kamu berjanji untuk tidak gagal lagi?", atau "Sudahkah kamu menebus kesalahanmu?" Apa yang Yesus tanyakan hanyalah: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Alih-alih penghakiman, justru yang Ia sediakan adalah proses pemulihan, bagi kita juga.

Yesus juga menyampaikan nubuat tentang penderitaan yang akan Petrus hadapi. Namun, apa pun masalah yang akan ada di depan, Yesus berkata kepada Petrus untuk mengikut Dia (18-19).

Kisah ini menjadi pesan bagi kita semua yang pernah gagal, jatuh, atau merasa tidak layak. Yesus tidak mencari orang yang sempurna. Ia mencari mereka yang mau mengasihi-Nya, bahkan setelah kejatuhan yang dalam. Tak ada tempat yang terlalu kelam yang Tuhan tidak bisa jangkau. Sama seperti Ia memulihkan Petrus dan tokoh-tokoh Alkitab yang lain, Ia juga mampu memulihkan kita.

Kasih kepada Kristus adalah langkah kunci yang harus kita lakukan. Kepercayaan kepada Allah yang berdaulat dalam segala keadaan menjadi pegangan bagi kita untuk menjawab panggilan-Nya dan mengikut Dia.




OTHER RENUNGAN


Perlindungan Di Balik Penolakan

Bacaan : 1 Samuel 29 Mungkin kita pernah merasakan pahitnya penolakan. Pekerjaan yang kita idamkan, pasangan yang kita harapkan, a ...

Cara Tuhan Melindungi Anak-Nya

Bacaan : 2 Samuel 17:15-29 Bahaya dapat selalu mengejar, tetapi Tuhan selalu punya cara untuk melindungi anak-anak-Nya.Renc ...

Perkataan Yang Tepat

Bacaan : 2 Samuel 20 Pada bagian ini, Alkitab menceritakan tentang tindakan kejam Yoab. Di tengah tindakan membasmi pemberontakan ...

Berakhir Dengan Bersyukur

Bacaan : 2 Samuel 23:1-7 Permulaan yang baik dalam kehidupan tentu penting. Namun, yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita m ...