Percaya Dan Tidak Percaya Yesus

  • 2026-06-20 09:38:36

Bacaan : Yohanes 12:37-43

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan ada orang-orang yang ragu-ragu, bahkan takut untuk percaya kepada Yesus. Beberapa dari mereka takut akan penolakan dari keluarga, teman, dan orang-orang lingkungan mereka. Ada juga yang tidak percaya Yesus karena berpikir bahwa Allah telah menetapkan mereka untuk tidak percaya. Apakah orang yang tidak bisa percaya kepada Yesus disebabkan oleh sikap hatinya sendiri, ataukah karena penetapan Allah?

Meskipun menyaksikan banyak mukjizat, orang Yahudi tetap tidak percaya kepada Yesus. Beberapa pemimpin percaya, tetapi mereka takut dikucilkan. Dua hal penting kita lihat di sini. Pertama, mereka melihat kuasa Yesus, tetapi tetap menolak (37). Ternyata mukjizat tidak otomatis membuat orang menjadi beriman. Walau ada juga yang percaya, tetapi lebih memilih kehormatan manusia daripada Allah (42).

Kedua, Allah membutakan mata dan mengeraskan hati mereka (40). Mereka tidak dapat memahami kehendak Allah dan tidak dapat berbalik kepada-Nya melalui Yesus untuk dipulihkan meskipun mereka dipilih berdasarkan kasih dan janji-Nya (bdk. Ul. 7:6, Kej. 12:2-3).

Keras hati merupakan sikap orang yang terus-menerus menolak kebenaran Tuhan sehingga hatinya tidak peka terhadap suara Tuhan. Allah membiarkan mereka dalam kebutaan rohani sebagai hukuman atas pilihan mereka sendiri. Dan hal ini diizinkan Allah sebagaimana sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya bahwa Mesias akan ditolak oleh sebagian orang (lih.Yes. 6:9-10).

Kita mendapat peringatan di sini untuk menjaga sikap hati. Janganlah kita mengeraskan hati dan jangan pula takut kehilangan status, kedudukan, atau kehormatan yang ditawarkan dunia ini. Sebaliknya, bangunlah relasi pribadi yang intim dengan Tuhan dengan cara berdoa dan merenungkan firman-Nya.

Teruslah meminta pertolongan Roh Kudus agar kita mampu menjaga sikap hati dengan benar dan tetap percaya kepada Yesus, Tuhan kita. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan untuk melihat, merasakan, dan memahami anugerah Allah.




OTHER RENUNGAN


Di balik Keheningan

Bacaan : Yohanes 19:38-42 Tiba-Tiba suasana sore itu menjadi hening. Teriakan sirna. Kerumunan pergi. Golgota sunyi, Yesus dan ked ...

Tetap Sampaikan Kebenaran

Bacaan : Hakim-Hakim 11:12-28 Tidak semua orang dapat menerima kebenaran, sekalipun kebenaran tersebut sudah disampaikan secara ba ...

Kapan Menikah ?

Bacaan : 1 Korintus 7:1-16 Ada yang berpendapat bahwa hidup seseorang belum lengkap jika ia belum menikah. Benarkah? Apakah semua ...

Lihatlah Anak Domba Allah

Bacaan : Yohanes 19:28-37 Di awal injil Yohanes, penulis Injil memperkenalkan Yesus sebagai "Anak Domba Allah" ( ...

Keraguan Dalam Pergulatan Iman

Bacaan : Yohanes 20:24-29 Dalam dinamika iman, salah satu faktor yang tak terelakkan adalah keraguan. Ada hal-hal yang menjadi mis ...