Di balik Keheningan

  • 2026-06-27 08:43:52

Bacaan : Yohanes 19:38-42

Tiba-Tiba suasana sore itu menjadi hening. Teriakan sirna. Kerumunan pergi. Golgota sunyi, Yesus dan kedua orang di sebelahnya telah mati. Namun, dua orang mendekati salib Yesus: Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus.

Setelah mendapatkan izin dari Pilatus, Yusuf menurunkan mayat Yesus (38). Nikodemus datang membawa campuran minyak mur dan minyak gaharu kira-kira 30 kg beratnya (39). Mereka pun memperlakukan mayat Yesus menurut adat orang Yahudi dan menguburkan-Nya di gua kubur yang baru (40-42).

Penguburan-sesuai tradisi Yahudi-adalah ungkapan kasih dan hormat. Pada umumnya, penjahat yang tersalib dibiarkan membusuk di atas salib atau dikubur di kuburan massal. Namun, kedua tokoh ini ingin memberikan penguburan yang layak bagi Yesus. Menurut tradisi, kubur kosong yang baru hanya dimiliki kaum bangsawan dan campuran minyak kira-kira 30 kg adalah berat yang dipakai untuk menguburkan anggota kerajaan atau bangsawan. Tindakan mereka menjadi pemenuhan hukum Taurat (Ul. 21:22-23) dan penggenapan nubuat Perjanjian Lama (Yes. 53:9).

Keduanya berasal dari kelompok yang terpandang (lih. Luk. 23:50; Yoh. 3:1) dan memanfaatkan keistimewaan itu untuk melakukan yang terbaik kepada Yesus. Namun, yang paling menyentuh bukan hanya tindakan mereka, melainkan suasana di mana tindakan itu dilakukan. Mereka tidak datang ketika Yesus dielu-elukan orang banyak. Mereka hadir saat Yesus mati, saat tidak ada lagi mukjizat, saat semuanya diam. Iman dan kesetiaan mereka tidak dinyatakan di tengah keramaian atau dipengaruhi oleh keramaian.

Apa yang mereka tunjukkan menjadi kritik bagi iman dan kesetiaan kita, murid Tuhan masa kini. Janganlah kita sibuk melayani, tetapi tidak rindu berdoa secara intim dan merenungkan firman-Nya. Gantilah kebiasaan melayani supaya dipuji orang lain menjadi melayani dalam ketulusan sekalipun minim pujian.

Dalam keheningan Sabtu Teduh ini, kiranya iman dan kesetiaan kita tidak senyap, tetapi terus kita nyatakan melalui tindakan riil kita.




OTHER RENUNGAN


Tetap Sampaikan Kebenaran

Bacaan : Hakim-Hakim 11:12-28 Tidak semua orang dapat menerima kebenaran, sekalipun kebenaran tersebut sudah disampaikan secara ba ...

Kapan Menikah ?

Bacaan : 1 Korintus 7:1-16 Ada yang berpendapat bahwa hidup seseorang belum lengkap jika ia belum menikah. Benarkah? Apakah semua ...

Lihatlah Anak Domba Allah

Bacaan : Yohanes 19:28-37 Di awal injil Yohanes, penulis Injil memperkenalkan Yesus sebagai "Anak Domba Allah" ( ...

Keraguan Dalam Pergulatan Iman

Bacaan : Yohanes 20:24-29 Dalam dinamika iman, salah satu faktor yang tak terelakkan adalah keraguan. Ada hal-hal yang menjadi mis ...