Hidup Dalam Rasa Syukur

  • 2026-06-19 13:31:51

Bacaan : 2 Korintus 9:6-15

Hidup sering dipenuhi dengan berbagai kekhawatiran. Kita kerap terfokus pada kekurangan kita, keinginan kita, dan apa yang belum tercapai. Namun, Paulus mengingatkan kita untuk hidup dalam rasa syukur (6-8).

Memberi persembahan untuk misi atau untuk membantu sesama yang membutuhkan dapat menjadi ekspresi rasa syukur tersendiri. Bukan untuk "memancing" berkat Tuhan, melainkan untuk hidup dalam iman bahwa Tuhan telah dan akan terus mencukupkan segala kebutuhan kita (9-11).

Kenyataan menunjukkan bahwa bukan orang kaya yang memberi persembahan banyak (lih. Mrk. 12:42-43), dan bukan yang kaya yang berbahagia (lih. Ams. 13:8). Sebaliknya, rasa syukur dan kecukupan merupakan ekspresi kekuatan iman (lih. Mzm. 140:13), yang menjadi dasar kokoh untuk kebahagiaan yang menetap. Banyak penelitian psikologi modern mengungkap bahwa rasa syukur adalah salah satu sumber kebahagiaan yang lebih melekat daripada sekadar kesenangan hidup atau kemewahan.

Namun, keyakinan Paulus tidak terbatas pada kesejahteraan individu orang Kristen. Rasa syukur dan persembahan jemaat Korintus untuk orang percaya di Yerusalem menembus tembok sektarian dan melampaui batas-batas etnik yang sebelumnya tak terbayangkan, yaitu Yahudi dan kafir dipersatukan dalam Kristus (lih. Rm. 15:26-29).

Ini tidak mudah bagi Paulus, dan menimbulkan pergumulan tersendiri baginya. Ini tampak dari permintaannya agar jemaat ikut berdoa agar dia dilepaskan dari orang-orang yang tidak taat di Yudea (lih.Rm. 15:30-31). Kesatuan Tubuh Kristus bukan hal mudah bagi Paulus, dan tetap sulit untuk saat ini, mengingat sikap sektarian gereja masa kini.

Mungkinkah iman Paulus yang meyakini bahwa berbagai kelompok jemaat dapat menjadi satu Tubuh, masih hidup dalam Gereja? Masih mungkinkah kita hidup dalam iman yang penuh syukur akan karya Tuhan bagi Gereja? Mari kita bergumul seperti Paulus dalam doa-doa kita agar kita dilepaskan dari orang-orang Kristen yang tidak taat pada zaman ini.




OTHER RENUNGAN


Di balik Keheningan

Bacaan : Yohanes 19:38-42 Tiba-Tiba suasana sore itu menjadi hening. Teriakan sirna. Kerumunan pergi. Golgota sunyi, Yesus dan ked ...

Tetap Sampaikan Kebenaran

Bacaan : Hakim-Hakim 11:12-28 Tidak semua orang dapat menerima kebenaran, sekalipun kebenaran tersebut sudah disampaikan secara ba ...

Kapan Menikah ?

Bacaan : 1 Korintus 7:1-16 Ada yang berpendapat bahwa hidup seseorang belum lengkap jika ia belum menikah. Benarkah? Apakah semua ...

Lihatlah Anak Domba Allah

Bacaan : Yohanes 19:28-37 Di awal injil Yohanes, penulis Injil memperkenalkan Yesus sebagai "Anak Domba Allah" ( ...

Keraguan Dalam Pergulatan Iman

Bacaan : Yohanes 20:24-29 Dalam dinamika iman, salah satu faktor yang tak terelakkan adalah keraguan. Ada hal-hal yang menjadi mis ...