Terbelah Dari Dalam

  • 2026-09-12 10:07:44

Bacaan : Hakim-Hakim 12:1-7

Bangsa Israel, melalui Yefta, baru saja menang atas bani Amon. Akan tetapi, alih-alih bersukacita, Yefta langsung dihadapkan pada konflik yang baru, yakni konflik dengan saudara sebangsanya.

Setelah mengalahkan bani Amon, Yefta ditantang oleh suku Efraim. Mereka marah karena mereka menganggap Yefta tidak mengajak mereka ikut berperang. Mereka bahkan mengancam akan membakar Yefta beserta rumahnya (1).

Padahal, Yefta sudah mengajak mereka. Ia meminta bantuan mereka, tetapi mereka tidak datang membantu. Ketika kemenangan sudah diraih, mereka malah tidak ikut senang, melainkan merasa iri dan berbalik memerangi Yefta (2-3). Oleh karena hal sepele seperti itulah, perang saudara terjadi dan akhirnya memakan korban sebanyak 42.000 jiwa (4-6).

Dalam hal ini kita belajar bahwa kadang kala kehancuran justru datang dari orang-orang di dekat kita. Kita bisa mengatasi persoalan yang datang dari luar. Akan tetapi, konflik dari dalam kerap kali menggerogoti persatuan dan menyebabkan perpecahan yang tak diinginkan.

Orang-orang semacam inilah yang dalam dunia masa kini disebut sebagai toxic. Mereka ingin selalu diingat, diperhatikan, dan dilibatkan dalam semua hal yang menyenangkan, tetapi mereka sendiri suka mengabaikan orang-orang di sekitar mereka. Ketika orang membutuhkan bantuan, mereka menghilang. Sebaliknya, ketika orang berhasil, mereka menjadi iri dan menyalahkan orang lain.

Hari ini gereja mungkin bisa mengatasi persoalan yang datang dari luar, seperti ajaran sesat. Kita bisa bertahan, bahkan mungkin menyerang balik. Namun, banyak gereja menjadi "rusak dan hancur" justru karena anggota jemaat yang toxic. Karena konflik sepele, seperti gosip dan tuduhan yang tidak berdasar, gereja bisa terbelah dari dalam.

Sebagai orang percaya, janganlah kita tidak senang dengan keberhasilan orang lain. Janganlah kita hidup dengan hati yang toxic, tetapi sebaliknya dengan semangat iman yang senang bersama dengan sesama kita yang senang dan saling menyemangati satu sama lain.




OTHER RENUNGAN


Setia Tetapi Buta

Bacaan : Hakim-Hakim 11:29-40 Salah satu nilai utama dalam kekristenan adalah kesetiaan. Akan tetapi, kesetiaan yang buta dapat me ...

Sembada Iman

Bacaan : Yosua 2 Dalam masyarakat Jawa ada istilah 'sembada' yang bermakna mampu menjalankan tugas dan sanggup menanggung akibat. ...

PanggilanNya Pasti Diteguhkan

Bacaan : Yosua 3 Setiap orang dianugerahi Tuhan panggilan hidup yang berbeda-beda. Atas panggilan tersebut biasanya orang ingin me ...

Tujuan Di atas Hak

Bacaan : 1 Korintus 9 Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh Rasul Paulus dalam pelayanannya adalah adanya sebagian orang ...

Milikilah Hati Yang Bersih

Bacaan : 1 Raja-Raja 10 Ada orang yang menjadi iri dan dengki ketika ia melihat orang lain lebih bijaksana dan kaya daripada dirin ...